CATATANKU ERICKTJONG adalah blog yang berisi tentang catatan reflektif spiritual dan catatan-catatan kritis mengenai berbagai-bagai pokok persoalan.
Minggu, 14 Juni 2015
MENGIKUTI MAUNYA TUHAN
Saudara-saudara kekasih Kristus,
Pada umumnya manusia tentu akan merasa ill fill bukan dengan sesamanya yang banyak maunya? Ya, dan memang manusia pada umumnya sungguh banyak maunya. Hal itu tidak lain dan tidak bukan karena manusia memang diciptakan bukan seperti robot, melainkan manusia memiliki kehendak bebas. Manusia adalah mahluk ciptaan yang paling sempurna karena manusia memiliki akal pikiran dan juga hati. Manusia juga diperlengkapi dengan kemampuan untuk berangan-angan dan bercita-cita. Berangkat dari angan dan cita-cita inilah manusia berhasrat untuk mewujudnyatakan segala kemauannya di dalam kehidupan nyata mereka. Oleh karena itu tidak salah kalau ada ungkapan bahwa keberhasilan berawal dari mimpi. Ya, itulah keberadaan manusia secara adikodrati. Tapi bagaimana dengan Tuhan sendiri? Apa sebenarnya maunya Tuhan atas kita sehingga Dia menciptakan kita beserta dengan keutuhan ciptaan lainnya dengan begitu sempurna dan baik adanya? Maka saya mendapati bahwa maunya Tuhan hanya satu, yaitu agar kita mempermuliakan Dia. Dengan ungkapan yang lain bisa dikatakan bahwa itulah visi utama Tuhan atas kita dan keutuhan ciptaan-Nya. Barulah kemudian visi utama itu dijabarkan ke dalam misi atau langkah-langkah yang telah dijabarkan secara jelas di dalam Alkitab mulai dari Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru. Adapun beberapa poin utama misi Tuhan secara garis besar sebagaimana telah dituturkan di dalam Alkitab dapat saya sebutkan sebagai berikut:
1. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu dan juga kekuatanmu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
2. Gembalakanlah domba-domba-Ku sebagai wujud bahwa engkau mengasihi Aku, kata Tuhan. Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
3. Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar. Baiklah kamu dalam segala keberadaan hidupmu tetap menjaga kekudusanmu sebab Aku, Tuhan Allahmu kudus, kata Tuhan.
4. Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah karena itulah ibadahmu yang sejati.
5. Ikutlah Dia dengan setia dan layanilah Dia senantiasa.
Itulah lima poin garis besar misi Tuhan yang dapat saya jabarkan dari sekian banyak misi, perintah dan ketetapan Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab. Tentunya keseluruhan misi ini pasti seiring sejalan dengan visi Tuhan agar kita mempermuliakan Dia. Kiranya tulisan ini sedikit banyak dapat membantu kita untuk mengerti dan memahami apa sesungguhnya maunya Tuhan atas kita. Dan pada akhirnya kita dimampukan Tuhan untuk senantiasa mengikuti maunya Tuhan di dalam hidup kita dan melalui hidup kita. Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.
Minggu, 24 Mei 2015
KENAIKAN KRISTUS MENJADIKAN KITA PEMENANG DALAM KEBENARAN (Yesaya 33:14-16; Kisah Para Rasul 1:8-11)
Saudara-saudara kekasih Kristus, kita baru saja melewati peringatan dan perayaan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Sorga, dan saat ini kita berada dalam peringatan pentakosta atau turunnya Roh Kudus atas diri para murid dan juga tentunya atas diri kita. Sehingga kiranya di waktu-waktu ini kita mau, mampu dan semakin dimampukan Tuhan untuk menyelami bagaimana hidup dalam kepenuhan Roh. Bagaimana hidup di dalam Roh, menurut Roh dan bukan menurut daging. Tentu berbicara tentang hidup di dalam Roh dan menurut Roh berarti kita dapat langsung mengaitkannya dengan hidup di dalam kebenaran dan menurut kebenaran Allah, dimana tolak ukurnya adalah Alkitab, Firman Allah. Dan pada saat ini saya ingin mengajak kita sekalian untuk merenungkan sebuah tema berdasarkan bagian bacaan kita, yaitu: Kenaikan Kristus Menjadikan Kita Pemenang Dalam Kebenaran. Saya ingin kita sekalian semakin mendalami makna tentang kenaikan Kristus ke Sorga terutama dalam kaitannya dengan menjadikan kita sebagai pemenang dalam kebenaran.
Saudara-saudara, kalau kita berbicara mengenai kenaikan Kristus ke Sorga, tentu peristiwa ini bukanlah tanpa makna. Kenaikan Kristus ke Sorga merupakan bagian dari rangkaian perjalanan karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus yang dimulai dari kelahiran-Nya ke dalam dunia sebagai bayi Yesus, karya kenabian-Nya di tengah dunia, kematian-Nya di atas kayu salib, kebangkitan-Nya dari antara orang mati sampai kepada kenaikan-Nya ke Sorga. Rangkaian peristiwa ini merupakan kesatuan, kebulatan dan keutuhan yang tidak bisa dilepaskan satu terhadap yang lain. Bahkan Alkitab dengan jelas memaparkan bahwa tujuan kenaikan-Nya ke Sorga adalah untuk menyediakan tempat bagi kita di sana, supaya pada saatnya nanti kita benar-benar dapat bertemu muka dengan muka dengan Tuhan., dimana di Sorga nanti digambarkan tidak ada lagi ratap tangis ataupun kertak gigi. Yang ada adalah kesukacitaan dan kegirangan bersama Tuhan untuk selama-lamanya. Dan itu adalah upah bagi setiap orang yang percaya dan setia kepada-Nya. Karena kepada setiap hamba yang setia Dia akan berkata: “Ikutlah bersama-Ku dalam kebahagiaan Tuanmu.” Itulah janji-Nya yang disaksikan di dalam Alkitab, Firman Allah yang tentunya kita percaya. Karena orang Kristiani atau pengikut Kristus adalah orang-orang yang hidup karena percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya. Demikianpun kita sekarang, memang belum ada di antara kita yang bisa melihat dan mengalami Surga dalam fakta yang nyata. Namun tentunya situasi Sorgawi dapat kita bangun dan rasakan sejak sekarang ketika kita masih hidup di dalam dunia ini. Untuk itulah kita dipanggil oleh Tuhan, yaitu untuk menjadi pewarta-pewarta sukacita Kerajaan Sorga. Untuk itulah kita dipanggil menjadi saksi-saksi-Nya dari Yerusalem, Yudea, Samaria bahkan sampai ke ujung bumi. Mempersaksikan sukacita Sorga dalam kebenaran. Karena memang orang-orang yang akan masuk dan berbagian di dalam Kerajaan Sorga adalah orang-orang yang telah dibenarkan dan dimenangkan oleh Tuhan. Tetapi juga adalah orang-orang yang mau terus dimampukan Tuhan untuk memelihara hidup berkemenangan di dalam koridor kebenaran Allah yang hakiki. Sehingga kita benar-benar menjadi orang-orang yang kudus di hadapan Allah sampai kepada kesudahannya. Sehingga kita benar-benar menjadi anak-anak terang dan bukan anak-anak kegelapan. Sehingga kita benar-benar menjadi hamba kebenaran dan bukan hamba dosa. Untuk itu kita perlu berdiri teguh dan tidak goyah di dalam mengerjakan keselamatan kita. Ingat saudara, yang namanya menjadi saksi Kristus berarti menjadi saksi-saksi-Nya yang benar. Bukan menjadi saksi-saksi palsu. Oleh karena itu Tuhan sendiri menjanjikan bahwa Roh Kudus akan turun ke atas kita. Roh Kuduslah yang akan memimpin dan membimbing kita agar kita dapat benar-benar menjadi saksi-Nya yang benar. Dialah yang akan menjadi penolong yang lain yang dijanjikan-Nya sebelum Dia naik ke Sorga. Oleh karena itu tema ini menjadi penting untuk kita renungkan dan gumuli bersama. Kenaikan Kristus menjadikan kita penenang dalam kebenaran. Benarkah kenaikan Kristus sudah benar-benar menjadikan kita pemengang dan bukan pecundang? Benarkah kenaikan Kristus sudah benar-benar menjadikan kita hidup di dalam kebenaran dan tidak lagi menjadi hamba dosa? Bukankah kita acap kali berkata sebagaimana tertulis juga di dalam Alkitab: Roh sih memang penurut, tetapi daging lemah Tuhan! Bagaimana caranya aku harus hidup menurut Roh dan bukan menurut daging? Bagaimana caranya aku harus mematikan kedaginganku Tuhan? Caranya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan hidup berpadanan dengan Firman, kata Tuhan. Hidup berpadanan dengan Injil karena Injil adalah kekuatan Allah. Hidup bergaul karib dan akrab dengan Tuhan dan tidak meninggalkan persekutuan ibadah. Melalui hal-hal itulah kita akan dibangun oleh Tuhan.
Ingat saudara, kalau bukan Tuhan yang membangun rumah maka sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Segenap kehidupan kita perlu terus dibangun oleh Tuhan. Kita senantiasa memerlukan Tuhan dan tidak akan pernah bisa mengandalkan kekuatan kita sendiri. Oleh karena itu marilah kita buka diri kita di hadapan Tuhan, dan kita katakan: Tak tersembunyi kuasa Allah. Tak tersembunyi pertolongan Tuhan, dimana kamu ditolong, saya juga. Dari manakah datangnya pertolongan kita kalau bukan dari Tuhan pencipta langit dan bumi, yang tidak pernah meninggalkan buatan tangan-Nya. Yang kasih seta-Nya kekal selama-lamanya.
Saudara, mengikrarkan bahwa kita akan masuk Sorga sebagai orang percaya memang mudah. Tetapi ingatlah saudara, Kristus sendiri menggambarkan di dalam Alkitab bahwa lebih mudah unta masuk ke dalam lobang jarum daripada orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Itu berarti berbicara tentang masuk ke dalam Kerajaan Sorga bukan sekedar berbicara mengenai seberapa kaya dan terpandangnya kita di tengah dunia, tetapi seberapa jauh kita hidup di dalam kebenaran dan memelihara kebenaran itu di sepanjang nafas hidup kita.
Saudara, kenaikan Kristus berarti Dia sedang menyediakan tempat bagi kita. Dengan demikian berarti Dia ingin agar kita turut serta di dalam kemenangan-Nya, bahkan Dia ingin menjadikan kita lebih daripada pemenang. Masalah dan pergumulan boleh ada, tetapi kita percaya bahwa Tuhan kita jauh lebih besar dari segala masalah dan pergumulan hidup kita. Dan kita mau terus dibangun oleh Dia dan di dalam Dia, sehingga segala sesuatu yang kita jalani di dalam hidup ini tidak sia-sia. Marilah sekali lagi kita jadikan spirit kenaikan Kristus dan juga Pentakosta ini supaya kita dapat menjadi pemenang di dalam kebenaran. Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.
Sabtu, 18 April 2015
PENTINGNYA MENDENGAR SUARA TUHAN (YEREMIA 12:7-17)
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Kita baru saja melalui peringatan dan perayaan Paskah dimana di dalamnya kita mengenang kembali kematian dan kebangkitan Kristus yang berarti kita telah dimenangkan dan dimerdekakan dari dosa dan maut karena pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Pun karena kebangkitan-Nya yang berarti Dia telah menang dan kita pun telah dimenangkan-Nya. Kini kita telah menyandang status sebagai anak-anak Allah dan warga Kerajaan Sorga. Hal itu merupakan sebuah kepastian dan bukan lagi merupakan sebuah kemungkinan bahkan kemustahilan. Dan selama kita hidup di dunia ini maka kita telah dijadikan-Nya sebagai rekan sekerja Allah untuk mewartakan tentang Kerajaan Allah di tengah dunia. Untuk itu, Ia telah menjadikan kita sebagai murid dan hamba-Nya juga. Ia telah menganugerahkan kepada kita hati seorang murid. Dan sebagai seorang murid sudah sepatutnyalah kita mendengarkan apa yang dikatakan oleh Sang Maha Guru yang Agung, yaitu Yesus Kristus. Bahkan bukan hanya mendengar tetapi juga menaati segala perkataan-Nya itu dan meneladani-Nya. Itulah pengertian terdalam dan teraktual dari ungkapan “Syema Israel,” yang berarti “Dengarlah Hai Israel.”
Apa yang digambarkan di dalam bagian bacaan kita saat ini hendak menggambarkan bagaimana Allah melalui Putra Tunggal-Nya telah merelakan diri-Nya untuk meninggalkan kediaman-Nya dan membuangkan negeri milik-Nya (kemuliaan Sorga) untuk menjadi sama dengan manusia dan bahkan menjadi Anak Domba yang kudus yang menjadi korban tebusan atas segala dosa manusia satu kali untuk selama-lamanya. Dialah korban penebusan dosa yang sempurna. Tetapi pada kenyataannya Bangsa Israel yang merupakan bangsa pilihan-Nya tetap tidak mau mendengarkan suara-Nya, apalagi menaati kehendak-Nya. Mereka tetap bersikap tegar tengkuk. Sehingga terhadap mereka yang tegar tengkuk itu, Firman Tuhan dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan akan sungguh-sungguh mencabut dan membinasakannya. Tetapi terhadap mereka yang sungguh-sungguh mau mendengarkan suara-Nya dan mau belajar dari cara hidup umat-Nya yang setia kepada-Nya maka Ia akan menyayangi dan memulihkan mereka kembali. Ia akan mengembalikan mereka masing-masing ke milik pusakanya dan masing-masing ke negerinya.
Saudara, janji pemulihan itu tidak hanya berlaku bagi Bangsa Israel semata tetapi juga bagi kita sekalian sebagai Israel-Israel yang baru. Kata kuncinya hanya satu: Dengarkanlah suara-Nya dan ikutilah teladan-Nya. Sambutlah panggilan-Nya untuk mengikut Dia dengan setia. Kiranya Tuhan memimpin, menyertai dan memberkati kita sekalian. Amin.
Sabtu, 04 April 2015
REALITA ITU FAKTA, BUKAN OMONG KOSONG BELAKA!
Pembaca yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, sadar atau tidak sadar dunia modern tempat dimana kita ada dan hidup saat ini telah membawa kita untuk acap kali hidup di dalam dua dunia, yaitu dunia maya dan dunia nyata. Yang seringkali disebut sebagai dunia maya tidak lain dan tidak bukan adalah dunia internet dan sosial media. Dan yang disebut sebagai dunia nyata tentu saja kehidupan nyata atau keseharian kita.
Meskipun perkembangan dunia modern saat ini telah mengkondisikan kita untuk hidup di antara dua dunia sebagaimana tersebutkan di atas, namun tentunya setiap kita akan setuju dengan statement bahwa realita itu fakta, bukan omong kosong belaka. Ya, itu adalah pemahaman umum manusia dimana setiap orang tanpa terkecuali pasti akan sepakat atas kebenaran itu. Itu adalah kebenaran yang berlaku umum dan bersifat universal. Sebut saja contoh kasus calon tunggal kapolri yang diusulkan Presiden Jokowi dan telah lolos uji kelayakan di DPR belum lama ini. Tanpa perlu saya sebutkan siapa namanya, tentu kita ketahui bersama bahwa saat ini yang bersangkutan sedang mengalami gugatan hukum di KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Hal itulah yang membuat Presiden Jokowi kemudian menunda pelantikannya sebagai kapolri yang baru dan mengangkat wakapolri sebagai PLT Kapolri.
Terlepas dari berbagai argumen para ahli dan masyarakat tentang rangkaian peristiwa politik ini, ada satu hal yang menarik untuk kita cermati bersama. Yaitu bahwa ketika KPK sudah berani menetapkan status hukum seseorang sebagai tersangka maka menurut undang-undang paling tidak KPK harus sudah memiliki dua alat bukti yang kuat dan tidak terbantahkan di pengadilan. Contoh kasus ini jelas mempertegas pemahaman kita bahwa realita itu fakta, bukan omong kosong belaka.
Pertanyaan saya kemudian adalah bagaimana substansi, impartansi dan relevansi nilai pemahaman akan hal ini di dalam kehidupan kekristenan kita? Apa kata Alkitab tentang statement bahwa realita itu fakta, bukan omong kosong belaka? Dan apa keterkaitannya dengan peristiwa paskah yang merupakan peringatan tentang kematian dan kebangkitan Kristus?
Pembaca yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, tentu substansi, impartansi dan relevansinya sangatlah jelas di dalam kehidupan kekristenan kita. Terlebih karena realita hidup kita tidak pernah terlepas dari fakta kebenaran Alkitab, Firman Allah yang ya dan amin. Dengan demikian kita dapat meyakini setiap janji yang Tuhan ucapkan sebagaimana tertera di dalam Alkitab. Dengan demikian kita dapat mengerti, memahami dan bahkan mempercayai kebenaran dari rangkaian karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus yang telah diwujudnyatakan-Nya. Dengan demikian kita percaya dan yakin bahwa Yesus Kristus telah benar-benar mati dan bangkit untuk menebus dosa kita. Bahkan Dia telah naik ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita di sana.
Ya saudara, memang hanya Alkitab sajalah yang dapat menjadi pegangan kita sebagai orang percaya, karena Alkitab ditulis melalui perantaraan orang-orang yang diilhamkan Allah yang dipakai-Nya untuk menyatakan kepada kita dan orang-orang setelah kita akan kebenaran-Nya yang sejati. Pun karena kita sungguh-sungguh percaya bahwa Dialah Allah, Sang Firman yang telah menjadi manusia. Dialah logos itu sendiri. Dan lagi-lagi kita bisa membuktikannya melalui fakta di dalam Alkitab sebagaimana tertulis di dalam Injil Yohanes 1:1-18.
Memang, di dalam Alkitab akan banyak kita temukan kesaksian orang-orang yang hidup pada zamannya yang justru akan semakin memperkuat kebenaran Firman Tuhan yang hakiki tersebut. Kebenaran yang menyatakan bahwa Allah adalah pencipta. Dia adalah Sang Pemelihara. Kristus adalah Sang Penebus Dosa dan Juruselamat kita. Keberadaan saksi-saksi hidup yang mempersaksikan tentang kebenaran karya penyelamatan Allah sejak Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru itu justru akan semakin mempertegas bahwa kebenaran Allah di dalam Kristus itu adalah fakta dan bukan omong kosong belaka. Hal ini sejalan dengan tradisi Yahudi tentang saksi sebagaimana tertera di dalam Kitab Bilangan 35:30 yang berbunyi: “Setiap orang yang telah membunuh seseorang haruslah dibunuh sebagai pembunuh menrut keterangan saksi-saksi, tetapi kalau hanya satu orang saksi saja tidak cukup untuk memberi keterangan terhadap seseorang dalam perkara hukuman mati.” Bahkan di dalam Injil Matius 18:19-20 dikatakan: “Dan lagi Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di Sorga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Jadi jelaslah betapa pentingnya urgensi keberadaan saksi-saksi tersebut untuk menguatkan kebenaran fakta Allah, dan juga kebenaran fakta tentang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, terutama orang-orang yang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu janganlah menjadi tidak percaya dan sangsi. Terlebih peristiwa kematian, kebangkitan dan bahkan kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Sorga juga disaksikan oleh banyak pasang mata sebagaimana bisa kita lihat kebenarannya di dalam Alkitab. Oleh karena itu jangan pernah sangsi bahwa Yesus memang pernah benar-benar mati. Tapi Dia juga telah benar-benar bangkit. Dan Dia pun telah naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, yang menandakan bahwa Dia telah menyelesaikan misi Allah bagi dunia dan terutama orang percaya. Kini Dia telah menjadi Kristus Victor. Kristus yang telah menang atas dosa dan maut. Pun Kristus yang akan menjadikan hidup kita berkemenangan. Tentu ungkapan Yesus Kristus kepada Tomas yang mengatakan berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya sebagaimana tercatat di dalam Injil Yohanes 20:29 sama sekali tidak mengaburkan fakta bahwa kebenaran Paskah memang nyata. Paling tidak Tomas sendiri beserta para pengikut-Nya yang lain kala itu yang sudah membuktikannya. Ungkapan berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya ini sesungguhnya ingin menunjukkan kepada kita tentang esensi iman Kristiani dimana kita perlu percaya dulu baru mengerti. Itulah yang membedakan antara prinsip pembuktian Kristiani berdasarkan Alkitab, Firman Allah dengan prinsip pembuktian orang-orang dunia pada umumnya. Itulah yang menjadi ciri khas iman kristen kita jika dibandingkan dengan orang-orang yang berada di luar kekristenan. Ketika kita benar-benar percaya maka Tuhan sendiri yang akan turut bekerja dalam menyingkapkan kebenaran-Nya kepada kita. Dia sendiri yang akan memberikan kita hikmat yang dari atas dan bukan hikmat yang dari bumi. Dia sendiri yang akan menuntun dan memampukan kita untuk kita mengerti dan memahami misteri kematian dan kebangkitan Kristus, sehingga misteri itu tidak lagi menjadi misteri. Dan ketika Tuhan sudah memperlengkapi kita dengan segala sesuatu yang kita butuhkan untuk dapat mengerti dan memahami akan kebenaran-Nya yang hakiki itu, Tuhan meminta kita untuk mau menjadi pelaku Firman dan bukan sekedar menjadi pendengar Firman semata. Tentu Dia yang akan senantiasa memampukan kita untuk menjadi pelaku Firman. Dengan demikian fakta kebenaran Kristus itu menjadi bagian yang integral dalam realitas hidup kita. Dan fakta itu bukan menjadi slogan atau omong kosong belaka. Kiranya Tuhan sendiri yang akan terus memampukan dan menyempurnakan diri dan hidup kita sebagai pelaku Firman Tuhan yang setia, dan bahkan sebagai saksi Kristus dari Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Selamat Paskah 2015. Tuhan memberkati kita sekalian.
Sabtu, 28 Maret 2015
BANGKIT MENYATAKAN KUASA KASIH ALLAH (ROMA 5:12-21)
Saudara-saudara kekasih Kristus, pada kesempatan ini kita berada di minggu pra paskah terakhir sebelum minggu depan kita akan memasuki minggu paskah. Dan pada kesempatan ini dengan dasar bacaan Alkitab kita saat ini yang terambil dari Roma 5:12-21, saya hendak mengajak kita untuk merenungkan sebuah tema yaitu bangkit menyatakan kuasa kasih Allah. Ketika saya merenungkan tema ini maka saya langsung teringat sebuah lagu yang mengungkapkan bahwa kasih Allahku sungguh telah terbukti ketika Dia korbankan Anak-Nya. Kasih Allah mau berkorban bagi kau dan aku. Tiada kasih seperti kasih-Nya. Dari pernyataan ini maka nyata benar bahwa kasih Allah adalah kasih yang sungguh besar dan rela berkorban. Bahkan ketika Allah menyatakan kasih-Nya maka kasih yang Dia nyatakan adalah kasih yang tanpa syarat. Sekalipun manusia berdosa dan tidak layak di hadapan-Nya. Sekalipun manusia ciptaan-Nya itu telah melakukan pembangkangan terhadap kehendak-Nya untuk tidak memakan buah pengetahuan akan yang baik dan yang jahat. Sekalipun pada hakikatnya hubungan antara Allah dengan manusia telah terputus akibat dosa tersebut. Sekalipun sesungguhnya akibat dosa maka semua manusia harus mendapatkan upah dosa yang adalah maut. Tentu dengan kuasa-Nya yang teramat sangat besar itu, sangat mungkin bagi Allah untuk membinasakan saja semua umat manusia yang ada dan kemudian menciptakan kembali manusia-manusia baru yang hanya menjadi penurut-penurut Allah tanpa harus memberi ruang kepada kehendak bebas manusia. Tetapi Allah tidak melakukan itu. Melalui kasih-Nya yang teramat sangat besar itu, Dia berinisiatif dan berusaha keras untuk memperjuangkan pemulihan hubungan antara Allah dengan manusia. Hal itu diwujudnyatakan-Nya ketika Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus yang telah mati di salib dan bangkit pada hari ketiga. Kebangkitan-Nya itulah yang sesaat lagi akan kita peringati dan rayakan pda hari raya paskah. Melalui kasih karunia-Nya itulah maka penebusan dosa dapat terjadi dan terwujud nyata, sehingga dengan demikian orang-orang yang telah diampuni dosanya, maka kita tidak perlu hidup di dalam dosa lagi, karena setiap orang yang tetap berbuat dosa tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Dengan demikian bagaimana kita harus bangkit menyatakan kuasa kasih Allah yang telah menebus dan memulihkan kita? Caranya tidak lain dan tidak bukan adalah dengan melakukan pertobatan yang sejati dengan tidak berbuat dosa lagi. Ketika masih ada beban dosa yang masih ada pada kita maka segeralah akui di hadapan-Nya dan mohonlah kuasa pengampunan-Nya. Karena bagi mereka yang mengakui dosanya maka Dia adalah setia dan adil. Kiranya Tuhan melalui Roh Kudus-Nya senantiasa memampukan kita untuk menjadi ciptaan yang baru, karena yang lama telah berlalu dan yang baru telah datang. Selamat menjelang Paskah bagi kita sekalian. Mari kita bangkit menyatakan kuasa kasih Allah yang telah menebus dan akan senantiasa memulihkan serta menyempurnakan hidup kita. Ingatlah senantiasa bahwa kita adalah milik kepunyaan-Nya dan Dia adalah gembala kita. Ingatlah senantiasa bahwa kita telah ditebus dan harganya telah lunas dibayar. Oleh karena itu jangan lagi menjadi hamba dosa melainkan hamba kebenaran. Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.
KAULAH SEGALANYA
KAU BAPA YANG MENGASIHIKU
KUASAMU MEMULIHKANKU
HATI YANG BARU KAU BERIKAN
UNTUKKU DAPAT MELIHAT
RENCANAMU INDAH BAGIKU
KAU ADA DI SETIAP JALANKU
HATIKU HAUS DAN LAPAR
AKAN ENGKAU
KAULAH SEGALANYA DI DALAM HIDUPKU
KERAJAANMU KEBENARANMU ITU BAGIANKU
KAULAH YANG KUPANDANG SELAMA HIDUPKU
MENGASIHIMU MEMULIAKANMU
BAPA DAN RAJAKU
Langganan:
Postingan (Atom)